Di Sequence 2 Memory 2: Rebirth, gue akhirnya ngerasain momen kelahiran Arno yang sebenarnya. Setelah semua penderitaan di penjara, sekarang dia keluar dengan tujuan baru dan identitas baru sebagai seorang Assassin. Begitu gameplay mulai, atmosfer langsung kerasa beda: lebih bebas, lebih cepat, dan lebih penuh arah. Sebagai pemain, ini kerasa kayak titik “reset” sekaligus upgrade besar buat karakter dan gameplay. Di memory ini, gue mulai benar-benar nyobain mekanik khas Assassin’s Creed: parkour bebas di atap Paris, stealth yang lebih serius, dan eksekusi musuh yang rapi. Rasanya satisfying banget waktu bisa lompat dari bangunan ke bangunan, nyelinap di balik kerumunan, lalu ngelakuin silent takedown. Unity mulai nunjukin kekuatannya di sini—gerakan Arno terasa luwes dan responsif, bikin eksplorasi kota jadi nagih. Secara visual, Paris abad ke-18 kelihatan hidup banget. Dari atap rumah, gang sempit, sampai keramaian jalanan, semuanya penuh detail. Sebagai pemain, gue sering ke-distract cuma buat berhenti sebentar dan nikmatin pemandangan kota. Dunia game-nya kerasa padat dan dinamis, bikin setiap perjalanan terasa seperti petualangan kecil. Dari sisi cerita, Rebirth bukan cuma soal kostum baru, tapi soal perubahan mental Arno. Dia nggak lagi sekadar pemuda ceroboh yang kebawa masalah, tapi seseorang yang punya misi dan tekad. Dialog dan cutscene-nya bikin gue makin connect sama karakter ini, karena kelihatan jelas proses pendewasaannya. Buat gue, memory ini adalah salah satu momen paling satisfying di awal game. Semua penderitaan sebelumnya kebayar lunas dengan kebebasan bermain dan identitas baru Arno. Rebirth benar-benar jadi titik start petualangan sesungguhnya sebagai Assassin di tengah hiruk-pikuk Revolusi Prancis. Consider giving a like share common and if possible subscribe to my channel. Mari sama-sama kita bangun channel ini agar menjadi channel YouTube gaming disabilitas netra terbaik di Indonesia. Thank you guys for watching, and see you next time. :)