(Indonesia) Aku Timothy Liem. Musiknya kubuat sendiri sebagai musisi dengan High Functioning Autism; lirik ditulis oleh papa saya, Hendra Martono Liem. Ini adalah lagu ketiga yang terinspirasi dari film The Shadow’s Edge Jackie Chan. Kalau dua lagu sebelumnya lembut, lagu ini lahir dari fight scene antara Wong Tak-chung (Jackie Chan) dan Hu Feng yang diperankan Jun (Wen Junhui)—ya, Jun dari SEVENTEEN. He Qiuguo (Zhang Zifeng) adalah polisi muda dalam tim Wong dan juga putri mendiang partner Wong—dinamika itu bikin tensinya semakin emosional. Yang bikin memori ini menempel: Jun dan lawannya tidak berdiri sejajar; mereka saling hadap depan-belakang—di mataku seperti barongsai tanpa barongsai! Saat film selesai dan orang-orang masih menonton deleted scene, aku sudah berdiri dan menari mengikuti melodi yang sudah menempel di kepalaku. Oma menyuruhku duduk, tapi aku nggak tahan—aku tetap menari. Sampai rumah, Papa bilang liriknya tak mungkin “menempel” persis dengan adegan. Menurut dia, lagu ini lebih cocok jadi motivational song—aku setuju, dan aku jatuh cinta dengan chorus “Start the fire!” Dia sering bilang padaku: jangan menunggu semuanya sempurna baru jalan. Itu pas banget dengan tema lagu ini: nyalakan api, sekarang. (English) I’m Timothy Liem. I composed the music as a musician with High Functioning Autism; the lyrics were written by my dad, Hendra Martono Liem. This is the third song inspired by Jackie Chan’s The Shadow’s Edge. Unlike the first two softer tracks, this one was sparked by a fight scene between Wong Tak-chung (Jackie Chan) and Hu Feng, played by Jun (Wen Junhui)—yes, Jun from SEVENTEEN. He Qiuguo (Zhang Zifeng), a rookie officer and the daughter of Wong’s late partner, adds emotional tension to the team dynamic. What burned this into my mind: the fighters didn’t stand side-by-side but front-to-back—to me, it looked like lion dance without the lion! When the film ended and people were still watching the deleted scene, I was already on my feet dancing to the melody in my head. Grandma asked me to sit, but I couldn’t—I kept dancing. At home, Dad said the lyrics shouldn’t try to copy the scene beat-for-beat. He felt it should be a motivational song—I agreed, and I fell in love with the chorus “Start the fire!” Dad often reminds me: don’t wait for perfect—just start. That’s exactly this song’s heart: ignite now. Lyric Translation Start the Fire (Nyalakan Api) The man who waits for perfect skies (Orang yang menunggu langit yang sempurna) Will never plant, will never rise (Takkan pernah menanam, takkan pernah bangkit) But those who dig with blistered hands (Namun mereka yang menggali dengan tangan melepuh) Are the ones who build the land (Ialah mereka yang membangun tanah ini) Start the fire, light the way (Nyalakan api, terangi jalan) Don’t wait for a perfect day (Jangan menunggu hari yang sempurna) Fall and rise, break and mend (Jatuh dan bangkit, patah lalu pulih) Only the brave will reach the end (Hanya yang berani yang akan mencapai garis akhir) Start the fire! (Nyalakan api!) Start the fire! (Nyalakan api!) The man afraid to make mistakes (Orang yang takut membuat kesalahan) Will never see what courage makes (Takkan melihat apa yang diciptakan keberanian) But those who risk, though hearts may shake (Namun yang berani ambil risiko, meski hati bergetar) Are the ones the world will wake (Ialah mereka yang akan membangunkan dunia) Start the fire, light the way (Nyalakan api, terangi jalan) Don’t wait for a perfect day (Jangan menunggu hari yang sempurna) Fall and rise, break and mend (Jatuh dan bangkit, patah lalu pulih) Only the brave will reach the end (Hanya yang berani yang akan mencapai garis akhir) Start the fire! (Nyalakan api!) Start the fire! (Nyalakan api!) No rain will come if no seed is sown (Takkan ada hujan bila benih tak ditanam) No dream is born from fear alone (Tak ada mimpi lahir dari takut semata) Build it now, though winds may howl (Bangunlah kini, meski angin meraung) Your time is here, your time is now (Waktumu di sini, waktumu adalah sekarang) Start the fire, light the way (Nyalakan api, terangi jalan) Don’t wait for a perfect day (Jangan menunggu hari yang sempurna) Fall and rise, break and mend (Jatuh dan bangkit, patah lalu pulih) Only the brave will reach the end (Hanya yang berani yang akan mencapai garis akhir) Start the fire! (Nyalakan api!) Start the fire! (Nyalakan api!) #StartTheFire #TimothyLiem #HendraMartonoLiem #MotivationalSong #PopRockAnthem #Inspiration #Courage #Bravery #AutismMusician #FamilyCollaboration #OriginalMusic #FightSceneEnergy #JackieChan #TheShadowsEdge #WenJunhui #HeQiuguo #EpicChorus #RiseAgain #PositiveVibes #NewMusic2025