Curhat Anak-anak Korban Banjir Aceh Utara Rindu Sekolah: Tak Ada Lagi Baju Sekolah... Sejumlah anak berlari mengejar satu mobil pikap yang membawa bantuan bahan pangan siap saji di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (21/12/2025). Sekitar 50 paket bantuan yang dibungkus dalam plastik itu ludes seketika. Sebagian anak tidak kebagian, sebagian membuka wadah lalu berbagi dengan temannya. Salah seorang anak, Maisura, kelas empat sekolah dasar di desa itu, bercerita bahwa seluruh buku dan pakaian sekolahnya hilang disapu banjir pada 26 November 2025 lalu. "tidak ada lagi baju sekolah, seluruhnya habis disapu banjir besar “Sekolah kami aman, entah kapan bisa sekolah lagi,” katanya. Dia pun kini mengungsi bersama keluarganya di meunasah (musala) desa itu. Sekolah mereka, tepat di desa itu, disapu banjir. Seluruh peralatan hancur. Beruntung, bangunan tidak hancur. Namun seluruh buku dan alat peraga terendam banjir. Hal yang sama disebutkan Maidawati, murid kelas dua sekolah dasar. Dia meminta agar diberikan paket perlengkapan sekolah. “Kalau ada paket sekolah, baju, sepatu, buku. Kami juga kehilangan seluruh perlengkapan mengaji,” katanya. Kini, tiga pekan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara, tidak ada sekolah sama sekali. Beruntung, libur panjang telah tiba. Bulan depan, jadwal sekolah reguler dimulai kembali. “Kami ingin ke sekolah lagi,” pungkasnya. Sekadar diketahui, Aceh Utara adalah salah satu daerah paling parah mengalami kerusakan akibat banjir. Ratusan orang meninggal dunia, 71 ribu pengungsi hingga kini masih bertahan di 25 kecamatan dalam kabupaten itu. Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini "Terima kasih sudah subscribe! Sebagai bentuk apresiasi, saya akan berusaha lebih keras lagi untuk membawakan konten BERITACEPATTV yang lebih berkualitas untuk kalian semua."