Rusia Pertontonkan Kelemahan Tank NATO Hasil Sitaan di Ukraina dalam Pameran Militer Army 2023

Rusia Pertontonkan Kelemahan Tank NATO Hasil Sitaan di Ukraina dalam Pameran Militer Army 2023

TRIBUNMADURA.COM - Rusia akan memajang senjata NATO yang berhasil direbut di Ukraina dalam pameran militer Army-2023. Di antara senjata yang berhasil direbut, ada tank Leopard Jerman hingga lapis baja Swedia, CV-90. Selain itu, ada pula kendaraan tempur infanteri Bradley buatan Amerika Serikat serta tank AMX dari Prancis. Sebelumnya, Rusia telah melakukan eksplorasi terhadap tank-tank NATO yang ditangkap di Ukraina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat keras militer Barat memiliki tingkat perlindungan lapis baja yang baik. Hanya saja, peralatan itu memiliki kemampuan manuver dan mobilitas yang biasa-biasa saja. Selain itu desain yang dirancang juga cukup rumit sehingga menyulitkan proses perbaikan maupun pemeliharaan. Menurut Rusia, hal itulah yang menjadi kelemahan peralatan militer Barat. Adapun pameran militer Army-2023 telah dibuka pada Senin (14/8/2023) dan berlangsung hingga 20 Agustus mendatang. Lokasinya berada di Patriot Expo Center, Pangkalan Udara Kubinka, dan tempat pelatihan militer Alabino di seluruh wilayah Moskow. Peserta yang mengikuti pameran berasal dari berbagai negara, terutama yang bersahabat dengan Rusia. Total ada 350 peralatan militer yang akan dipajang dan dapat dilihat pengunjung. Di sisi lain, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mempertanyakan kualitas senjata Barat yang dikirim ke Ukraina. Selama ini, Amerika Serikat dan sekutunya selalu menggembar-gemborkan kehebatan senjata mereka. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa senjata Barat mudah dihancurkan oleh Rusia. Menurut Shoigu, teknologi militer yang diperkenalkan Barat jauh dari kata sempurna. Sehingga tidak mampu menjalankan fungsi di medan perang seperti yang diharapkan. Sementara senjata Rusia diklaim lebih andal dan efektif ketimbang milik Barat. Shoigu mengatakan, industri militer Rusia tak hanya cepat beradaptasi di bawah tekanan sanksi Barat. Moskow juga telah meningkatkan kapasitas produksi untuk mendukung pasukan. Sebagai informasi, Barat telah mengirimkan senjata, peralatan, dan amunisi ke Ukraina senilai lebih dari 100 miliar dolar Amerika. Awal tahun ini, mereka juga memasok tank-tank modern dengan harapan serangan balasan Ukraina akan berhasil. Namun, sejak meluncurkan operasi pada awal Juni, Kyiv belum mencapai kemajuan yang signifikan. Bahkan militer Ukraina menderita banyak korban saat mencoba menerobos pertahanan Rusia. Dilaporkan ada 43 ribu tentara yang tewas dan 5.000 alat berat hancur tak bersisa. #tribunmadura #sampang #pamekasan #bangkalan #sumenep