Pahlawan Toleransi Riyanto Anggota Banser Korban Bom dimalam Natal

Pahlawan Toleransi Riyanto Anggota Banser Korban Bom dimalam Natal

"Riyanto memang telah tiada, tetapi yang perlu kita ketahui dan patut dijadikan contoh, Riyanto mati untuk memberi hidup, khususnya kepada umat Kristen, itu seperti Yesus yang berkorban dan mati untuk umatnya," ujar Martudji, mengutip Romo Alexus. "Kami umat Kristen memberikan apresiasi yang sangat luar biasa," katanya. Riyanto gugur saat mengamankan malam Natal di Mojokerto pada 2000. Bom meledak dan tubuhnya terlempar sejauh lebih dari 100 meter. Lelaki kelahiran Kediri, 23 November 1975 itu ditemukan meninggal dunia. Sementara, seorang rekannya sesama anggota banser menderita cacat di mata kanannya. Dari kisah-kisah yang dihimpun, insiden yang merenggut nyawa Riyanto itu terjadi pada 24 Desember 2000. Riyanto bersama tiga rekannya ditugaskan mengamankan Gereja Eben Haezer oleh Gerakan Pemuda Ansor Mojokerto. Malam Natal berlangsung khusyuk. Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang jemaat menaruh curiga pada sebuah bingkisan yang tergeletak di depan pintu masuk gereja. Anggota banser dan petugas pengamanan gereja dan polisi mengamankan bungkusan mencurigakan tersebut. Riyanto membuka bingkisan dalam tas hitam dengan kabel tampak menjulur. Tiba-tiba keluar percikan api. Riyanto meminta semua orang berlindung: Tiarap! Dia membuang bom keluar dari gereja agar tidak meledak di dalam gereja. Bom dilempar keluar ke tempat sampah, tapi terpental. Riyanto berusaha membuang lebih jauh lagi dari gereja. Namun, bom keburu meledak. Riyanto berpulang dengan menyelamatkan nyawa banyak orang. Sisa-sisa tubuh Riyanto baru ditemukan tiga jam kemudian di sebelah utara kompleks gereja, sekitar 100 meter dari pusat ledakan. Dengan kondisi tubuh mengenaskan, Riyanto wafat saat itu juga. Ledakan bom saat itu merobohkan pagar tembok di seberang gereja. Kaca-kaca lemari dan etalase Studio Kartini yang tepat di depan gereja Eben Haezer hancur semua Untuk mengenang jasa-jasanya, nama Riyanto dijadikan sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Pemerintah Kota Mojokerto juga telah membangun gapura megah di Jalan Riyanto. Credit : liputan6 Sumber : nu.or.id Seword.com #Toleransi#islam#Natal